Kamis, 30 Agustus 2018

DAFTAR KELAS YANG SUDAH MEMASUKAN JADWAL PERKULIAHAN

DAFTAR KELAS MAHASISWA SEMESTER I
YANG SUDAH MEMASUKAN JADWAL PERKULIAHAN
DI LABORATORIUM JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

NO
PRODI
KELAS
STATUS

1
Pendidikan Biologi
A
Sudah Memasukan
B
Sudah Memasukan
C
Sudah Memasukan
2
Biologi
A
Sudah Memasukan
B
Sudah Memasukan
C
Sudah Memasukan
3
Pendidikan IPA
A
Sudah Memasukan
4
Pendidikan Matematika
A
Sudah Memasukan
B
Belum Memasukan
C
Sudah Memasukan
D
Sudah Memasukan
5
Statistika
A
Sudah Memasukan
B
Sudah Memasukan
6
Pendidikan Fisika
A
Belum Memasukan
B
Belum Memasukan
7
Fisika
A
Belum Memasukan
B
Belum Memasukan
8
Pendidikan Kimia
A
Sudah Memasukan
B
Sudah Memasukan
9
Kimia
A
Sudah Memasukan
B
Sudah Memasukan
10
Pendidikan Geografi
A
Sudah Memasukan
B
Belum Memasukan

Catatan:
  1.      Jika terjadi perubahan jadwal mohon dikonfirmasikan perubahan tersebut ke asisten laboratorium sebelum jadwal praktikum Biologi dikeluarkan.
  2.      Pemasukan jadwal bagi kelas yang belum memasukan batas pemasukan hari ini Jumat, 31 Agustus sampai besok tanggal 1 September 2018 Pukul 17.00.
  3.      Harap sering mengujungi blog laboratorium biologi guna memperoleh informasi-informasi terbaru dari laboratorium Biologi Jurusan Biologi.

Sabtu, 04 Agustus 2018

PENGELOLAAN LABORATORIUM

PENGELOLAAN LABORATORIUM
1.1         Pengertian laboratorium
Laboratorium merupakan suatu tempat untuk melakukan percobaan dan penyelidikan. Tempat ini dapat berupa ruangan tertutup, kamar, atau ruangan
 terbuka, misalnya kebun. Laboratorium dapat diartikan secara luas maupun sempit.
Laboratorium yang dimaksud dalam buku ini dimaknai sebagai suatu tempat berupa bangunan yang dilengkapi sejumlah peralatan untuk tempat bekerja. Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan beberapa pengertian laboratorium.
Kata laboratorium berasal dari laboratory yang memiliki beberapa pengertian yaitu:
(1) tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen di dalam
IPA atau melakukan pengujian dan analisis, (2) bangunan atau ruangan yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan penelitian ilmiah ataupun praktek pembelajaran bidang IPA (3) tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah dan (4) ruang kerja seorang ilmuwan dan tempat menjalankan percobaan.
            Berdasarkan definisi di atas dapat dinyatakan bahwa laboratorium adalah suatu bangunan yang di dalamnya dilengkapi dengan alat dan bahan untuk kepentingan pelaksanaan percobaan. Dalam arti yang luas, laboratorium dapat diartikan sebagai keseluruhan alam semesta beserta isinya yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan media bagi pebelajar.
Pengertian lain dari laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain. Berdasarkan definisi tersebut, laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.
1.2         Fungsi Laboratorium
Laboratorium mempunyai fungsi yang sangat banyak, baik di bidang penelitian umum, pendidikan, dan lain-lain. Secara umum laboratorium berfungsi sebagai tempat untuk menguatkan/memberi kepastian keterangan (informasi), menentukan hubungan sebab-akibat (causalitas), membuktikan benar tidaknya faktor-faktor atau fenomena-fenomena tertentu, membuat hukum atau dalil dari suatu fenomena apabila sudah dibuktikan kebenarannya, mempraktekkan sesuatu yang diketahui, mengembangkan keterampilan, memberikan latihan, menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan problem dan untuk melaksanakan penelitian perorangan (individual research).
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2006:15) fungsi dari pada ruangan Laboratorium Sains/PA adalah sebagai tempat pembelajaran, tempat peragaan dan tempat praktik Sains/ PA. Secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut :
a. Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktek bukan merupakan dua hal yang terpisah, melainkan dua hal yang merupakan suatu kesatuan. Keduanya saling mengkaji dan saling mencari dasar.
b. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi.
c. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.
  d. Menambah keterampilan dalam mempergunakan alat media yang tersedia untuk mencari dan menentukan kebenaran.
e. Memupuk rasa ingin tahu sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuwan.
f. Memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai keterampilan yang diperoleh, penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja di laboratorium.
Secara khusus fungsi laboratorium sebagai pelaksanaan didaktik pendidikan dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu: (1) fungsi yang memberikan peningkatan pengetahuan, (2) fungsi yang memberikan peningkatan keterampilan, dan (3) fungsi yang memberikan penumbuhan sikap positif.
Fungsi laboratorium yang berkaitan dengan pengetahuan (keterampilan intelektual) diantaranya meningkatkan kemampuan-kemampuan berikut:
a. Pemahaman
Pemahaman yang dapat diperoleh peserta didik dari fungsi didaktik diantaranya adalah penggunaan alat, teknik pengukuran, faktor kesalahan pengukuran, prosedur eksperimen, sumber kecelakaan eksperimen.
b. Merancang Percobaan
Kemampuan–kemampuan yang dapat dilatihkan dalam merancang percobaan diantaranya adalah mengidentifikasi informasi, mengemukakan hipotesis, merancang prosedur percobaan, menentukan alat dan bahan, dan merancang pencatatan data c. Melakukan Percobaan Kemampuan peserta didik dalam melakukan percobaan di antaranya adalah mengidentifikasi data yang relevan dan tidak relevan, klasifikasi data, mengolah data, menganalisis data, mengidentifikasi hubungan sebab akibat, menghubungkan berbagai faktor atau fenomena, menginterpretasikan data, dan menyimpulkan hasil percobaan.
Fungsi laboratorium yang berkaitan dengan keterampilan fisik diantaranya
melatih dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam hal mengenali : cara
kerja alat, keterbatasan kerja alat, kapasitas alat, ketelitian alat, mengkalibrasi alat,
menyiapkan alat, merangkai alat, menggunakan alat, memperbaiki alat, menyimpan alat, membersihkan alat, menangani keselamatan kerja.
      Fungsi laboratorium yang berkaitan dengan menumbuhkan sikap diantaranya : objektif, toleran / menerima pandangan orang lain, keingintahuan tinggi, cermat, teliti, kooperatif, partisipatif, kreatif, kritis, terbuka, tekun, mau bekerja keras, memiliki motif berprestasi, ulet (tidak mudah menyerah), percaya diri, memiliki kepedulian, menyadari kelemahan dan keunggulan diri, dan taat pada aturan.
Pengembangan sikap ilmiah yang ditekankan pada pembelajaran di laboratorium akan lebih bermakna jika percobaan yang dikembangkan memiliki konteks keseharian siswa, atau hal-hal yang mudah ditemui siswa di kehidupannya sehari-hari.
1.3         Desain Laboratorium
Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besarkah ukurannya? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab, karena sebuah laboratium dibangun untuk tujuan tertentu. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. Misalnya laboratorium yang akan digunakan untuk pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah tentunya akan memiliki bentuk yang berbeda dengan laboratorium untuk penelitian. Demikian pula, laboratorium untuk penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium untuk ekologi. Pada umumnya bentuk, ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya.
Disamping bentuk, ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian karena fungsi laboratorim di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk percobaan yang bersifat individual. Umumnya laboratorium digunakan  untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses belajar mengajar. Jumlah siswa yang melebihi kapasitas ruangan laboratorium dalam satu kali percobaan akan mengganggu kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas lainnya.
Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan resiko setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan luas laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi, misalnya 3-4 m2 untuk setiap mahasiswanya. Desain laboratorium dapat dibagi menjadi 2 tipe utama, yakni tipe klasikal dan kelompok. Untuk jelasnya desain dari kedua tipe tersebut dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Gambar 1. Desain Laboratorim Tipe Klasikal

     Gambar 2. Desain Laboratorim Tipe Kelompok
1.3.1        Jenis Laboratorium
Laboratorium dapat bermacam-macam jenisnya  tergantung jenjang pendidikannya. Di sekolah menengah, umumnya jenis laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan laboratorium tersebut, misalnya laboratorium Biologi, laboratorium Fisika dan laboratorium Kimia, sedangkan di SLTP mungkin hanya laboratorium IPA saja. Sebaliknya untuk Perguruan Tinggi, untuk satu jurusan saja, mungkin terdapat banyal laboratorium, misalnya untuk jurusan Biologi, kita mengenal laboratorium Botani, laboratorium Zoologi, laboratorium Fisiologi, laboratorium Biokimia, laboratorium Mikrobiologi, laboratorium Genetika, laboratorium Ekologi dan bahkan ada laboratorium yang lebih spesifik lagi seperti laboratorium Kultur Jaringan.  
Kadang-kadang atas pertimbangan efisiensi, suatu ruangan laboratorium difungsikan juga sebagai ruangan kelas untuk proses belajar mengajar IPA. Laboratorium ini dikenal sebagai Science Classroom-Laboratory. Kelebihan jenis laboratorium ini bersifat multi guna.
1.3.2        Tata Letak Laboratorium
Bangunan laboratorium tidak sama dengan bagunan kelas, sehingga perlu adanya pemahaman tentang tata letak (layout) bangunan laboratorium. Dalam membangun laboratorium banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Faktor-faktor itu antaranya lokasi bangunan laboratorium dan tata letak ruangan.
a.  Lokasi bangunan
Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau pemukiman. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi sumber air. Bangunan laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengentrolan dan memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila terjadi kebakaran, mobil kebakaran harus mampu menjangkau bangunan laboratorium.
b. Tata letak ruangan
Selain persyaratan lokasi, perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan laboratorium untuk pembelajaran sains umumnya terdiri atas ruang utama dan ruang pelengkap. Ruang utama adalah ruangan tempat siswa atau mahasiswa untuk melakukan praktikum atau penelitian. Ruang pelengkap umumnya terdiri atas ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat atau bahan-bahan yang akan dipakai sedangkan ruang penyimpanan digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat.
Selain ruangan-ruangan tersebut, mungkin juga laboratorium memiliki ruang gelap (dark room), ruangan specimen, ruangan khusus untuk menyimpan bahan-bahan kimia dan ruang administrasi/staf laboratorium. Hal ini didasarkan atas pertimbangan keamanan berbagai perlatan laboratorium dan kenyamanan para pengguna laboratorium.
Penyimpanan alat-alat di dalam gudang tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Demikian pula penyimpanan alat-alat gelas tidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari logam.
Ukuran ruang utama lebih besar daripada ukuran ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Contoh apabila luas lantai untuk sebuah bangunan laboratorium 100 m2, 70-80 m2 digunakan untuk ruang utama tempat praktikum.  Ruang penyimpanan harus dapat ditempati lemari yang akan digunakan untuk menyimpan alat-alat dan bahan. Demikian juga untuk ruang persiapan, harus dapat ditempati meja dan alat-alat untuk keperluan penyiapan bahan-bahan atau alat-alat percobaan.
1.4         Fasilitas Laboratorium
Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas  untuk memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya.  Fasilitas laboratorium terdiri atas fasilitas umum dan fasilitas khusus. Fasilitas umum  merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium contoh penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Sedangkan untuk fasilitas khusus, diantaranya peralatan dan mebelair,contohnya meja, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, lemari asam, perlengakapan P3K dan pemadam kebakaran. 
a.      Air
Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium sehingga pasokan air ke laboratorium harus cukup. Selain pasokan, kualitasnya juga harus baik karena  kualitas air yang kurang baik dapat mempercepat kerusakan alat terutama alat-alat yang terbuat dari logam. Aliran air yang masuk ke dalam laboratorium harus lancer demikian juga yang keluar laboratorium
Air yang masuk dan keluar laboratorium biasanya lewat pipa-pipa sehingga perlu diperhatikan pembuangan air sisa cucian yang mengandung bahan-bahan yang dapat merusak pipa-pipa tersebut. Pembuangan  sisa asam atau basa kuat atau bahan korosif lainnya harus melalui pengenceran dahulu sebelum dibuang lewat pipa. Hal ini untuk menghindari kerusakan pipa-pipa saluran air.
b.      Penerangan
Ruangan laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Sumber cahaya ini dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik.
c.       Ventilasi
Laboratorium membutuhkan ventilasi yang baik, lebih-lebih untuk laboratorium Biologi yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap, kadang-kadang ventilasi tidak dapat dicukupi hanya dari jendela saja, sehingga dibutuhkan alat perotasi udara seperti kipas penyedot yang dapat membantu pergantian udara.
d.      Listrik
Pada laboratoium biologi Listrik merupakan fasilitas penting dalam laboratorium. Besarnya daya yang terpasang harus mencukupi kebutuhan alat-alat laboratorium, terutama untuk alat-alat  yang membutuhkan daya besar seperti oven, incubator, autoclave dan lain-lain. Tegangan listrik harus selalu dicek apakah stabil atau tidak, karena tegangan listrik yang tidak stabil dapat merusak alat-alat.
            Harus diperhatikan pula instalasi listrik, jangan didekatkan dengan aliran air dan gas. Selain itu harus dilengkapi dengan pengaman yang mudah dijangkau dalam hal ini terminal out let harus mudah dijangkau. Instalasi listrik secara periodic  disikat untuk menghilangkan bahan-bahan korosif yang biasanya menempel pada permukaan kabel. Socket dan plug harus diperiksa apakah masih berfungsi dangan baik atau rusak (aus). Periksa juga secara periodic hubungan kabel ke soket apakah masih terikat dengan kuat.
e.       Bak cuci
Bak cuci atau sinks dapat terbuat dari beton atau porselin. Bak cuci yang terbuat dari porselin mudah ternoda apabila kena bahan-bahan kimia. Bak cuci harus dilengkapi dengan saringan untuk mencegah masuknya sisa-sisa praktikum yang berupa bahan padat. Untuk menghindari adanya kerusakan bak cuci, hindarkan pembuangan bahan-bahan kimia seperti asam-basa kuat dan bahan-bahan korosif lainnya.
f.       Mebelair
Perlengkapan yang berupa mebelair harus diperhatikan kualitas dan ukurannya. Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. Umumnya meja siswa/mahasiswa ukuran tingginya 70-75 cm. Meja guru/dosen atau meja demonstrasi harus lebih tinggi dari meja siswa, agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke meja siswa paling belakang. Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur sehingga dapat menyesuaikan degan jenis kegiatan praktikum.
Meja samping yang biasa dipakai  untuk menyimpan alat-alat  yang menetap umumnya terbuat dari cor beton.  Namun demikian meja samping tersebut dapat terbuat dari bahan kayu keras.  Bagian bawah meja samping dapat digunakan sekaligus sebagai lemari. Ukuran meja samping panjangnya bervariasi sesuai kebutuhan, sedangkan lebarnya antara 50 – 60 cm dan tingginya 70 – 75 cm. Demikian halnya meja untuk timbangan harus rata dan tidak mudah bergetar atau goyang. Meja untuk timbangan ini sangat cocok untuk dibuat dari cor beton atau dari bahan kayu keras yang tebal. 
Lemari alat dan bahan hendaknya memiliki tahapan (shelve) yang dapat diubah-ubah posisinya agar memudahkan dalam menata yang bervariasi ukurannya. Adakalanya dibutuhkan suatu lemari khusus digunakan untuk menyimpan mikroskop dan alat-alat optic lainnya. Lemari mikroskop dibuat dengan tahapan yang kokoh dan datar yang dapat dibuat dari bahan logam atau kayu keras. Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah mikroskop yang dimiliki. Hal yang perlu untuk diperhatikan untuk lemari mikroskop tersebut adalah diusahakan tidak lembab agar terhindar dari jamur.
g.              Personal
Agar kesinambungan daya guna laboratorium dapat dipertahankan, laboratoratorium perlu dikelola secara baik. Salah satu bagian dari pengelola lab ini adalah staf atau personal laboratorium. Staf atau personal laboratorium mempunyai tanggunga jawab terhadap efektifitas dan efisiensi laboratorium termasuk fasilitas, alat-alat dan bahan-bahan praktikum. Pada sekolah menengah, biasanya laboratorium dikelola oleh seorang penanggung jawab laboratorium yang diangkat dari salah seorang guru IPA (fisika, kimia atau biologi).
Di Perguruan Tinggi yang bertindak sebagai panggung jawab laboratorium adalah kepala laboratorium yang dapat diangkat oleh Ketua Jurusan atau Pimpinan Perguruan Tinggi, tergantung status laboratoriumnya, apakah laboratorium pusat atau laboratorium Jurusan. Di Sekolah Menengah, pengelola laboratorium bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. Selain pengelola laboratorium biasanya terdapat pula seorang teknisi laboratorium. Tugas teknisi laboratorium membantu penyiapan bahan-bahan / alatalat praktikum,  pengecekan secara periodic, pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan. Agar kinerja pengelola laboratorium berjalan baik, perlu disusun struktur organisasi laboratorium. Pada struktur organisasi tersebut, dicantumkan pula para guru mata pelajaran fisika, kimia dan biologi sebagai penanggung jawab masing-masing alat/bahan.
Tugas penanggung jawab laboratorium selain mengkoordinir berbagai aspek laboratorium, juga mengatur penjadualan penggunaan laboratorium. Penjadualan ini dikoordinasikan dengan bagian kurikulum dan mempertimbangkan usulan-usulan guru. Pada laboratorium dengan peralatan lab yang rumit atau kompleks, biasanya perlu diangkat seorang operator alat. Operator alat bertanggung jawab terhadap alat yang dioperasikannnya, oleh karena itu operator harus selalu siap jika sewaktu-waktu  alat tersebut digunakan.
1.5         Anggaran Laboratorium
1.5.1        Pengertian
        Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.
1.5.2        Manfaat
 Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. Perusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan dating. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Dalam perusahaan-perusahaan manufatktur ( pabrik) kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien  dan tingkat keuntungan akan lebih besar apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan. Karena itu Heckerts dan Wilson mengatakan bahwa manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya kegiatan-kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.
1.5.3        Proses Penyusunan Anggaran
   Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja untuk jangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif yang lain (Mulyadi, 2001:488). Proses penyusunan anggaran manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negosiasi dengan manajer diatasnya yang memberikan peran kepadanya. Proses penyusunan penganggaran dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu metoda top down (metoda dari atas ke bawah), bottom up (metoda dari bawah ke atas), dan partisipasi. Proses penyusunan penganggaran ‘top-down’ manajer puncak menyusun anggaran untuk organisasi secara keseluruhan, termasuk untuk level bawah (Blocher,2000:384). Menurut Shim (2000:4) “proses penganggaran ’bottom-up’ dimulai dari tingkat dasar atau tingkat operasional (departemental)”. Sasaran dari tingkat operasional ini harus konsisten dengan keseluruhan sasaran korporasi. Proses penyusunan penganggaran yang efektif, biasanya merupakan kombinasi dari pendekatan penganggaran ’top-down’ dengan pendekatan ‘bottom-up’. Anggaran partisipatif ialah anggaran yang menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan para karyawannya, serta mempunyai peluang sukses yang lebih untuk keberhasilan operasi. Proses penganggaran biasanya meliputi pembentukan komite anggaran; menentukan periode anggaran; spesifikasi pedoman anggaran; penyusunan usulan anggaran awal/dasar (initial budget); negosiasi anggaran, review, dan persetujuan, dan revisi anggaran (Blocher,2000:356).
1.6         Administrasi Laboratorium
Herbert A Simon dalam bukunya Administrative Behaviour, mendefinisikan administrasi sebagai kegiatan dari sekelompok manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.  Liang Gie dalam bukunya Unsur Unsur Administrasi: Suatu Kumpulan Karangan, mendefinisikan administrasi sebagai segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber-sumber kegiatan lainnya yang bermaksud mencapai tujuan apapun dalam usaha bersama dari sekelompok orang.  Leonard D. White menyatakan bahwa  administrasi sebagai suatu proses yang umum dalam semua usaha-usaha kelompok baik usaha umum atau pribadi, usaha pemerintah atau swasta, sipil atau militer dalam skala besar maupun kecil.
Dari definisi diatas dapat disarikan bahwa administrasi adalah rangkaian kegiatan bersama sekelompok manusia secara sistematis untuk menjalankan roda suatu usaha atau organisasi yang didasarkan suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan
Administrasi Laboratorium tidak hanya suatu proses pendataan atau pencatatan atau inventarisasi fasilitas dan aktivitas laboratorium, namun lebih luas lagi yakni administrasi laboratorium merupakan suatu proses bersama untuk menyelenggarakan kegiatan laboratorium baik berupa pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat secara kelembagaan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan, pengawasan untuk mencapai tujuan pengelolaan laboratorium secara terencana dan sistematis.
Pada dasarnya semua peralatan di laboratorium adalah milik negara/milik yayasan untuk laboratorium yang bestatus swasta yang dipercakan untuk dipergunakan dan dikelola sesuai program yang telah dibakukan dalam hal ini untuk kegiatan proses belajar mengajar. Maka peralatan itu harus dipertanggung-jawabkan sesuai aturan atau kebijakan yang berlaku diantaranya ialah bahwa semua peralatan yang masuk ke laboratorium harus dilengkapi dengan dokumen pendukungnya (ada berita acara serah terima alat, hari/tanggal, spesifikasi alat/bahan, jumlah).
Agar semua alat dan bahan mudah dideteksi dengan prinsip.
1.      mudah dilihat
2.      mudah dijangkau
3.      aman untuk alat
4.      aman untuk pemakai
Untuk mencapai keadaan itu maka perlu ada pengadministrasian di laboratorium yang bertujuan.
a.       Memahami cara menata dan menyimpan alat/bahan di laboratorium
b.      Memahami cara mengadministrasikan alat/bahan.
c.       Mengenal dan mengisi perangkat administrasi
d.      Menerapkan cara menata, menyimpan dan mengadministrasikan alat/bahan dilaboratorium.
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efectifdan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya.
Pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu:
1.      Perencanaan
2.      Penataan
3.      Pengadministrasian
4.      pengamanan, perawatan dan pengawasan.
Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan penguna fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan, dan bahan) serta aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Dimana pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memilki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara dan mengusahakan keselamatan kerja.
Penataan dan penyimpanan alat dan bahan didasarkan pada :
1.    Keadaan laboratorium, yang ditentukan oleh:
a.         Fasilitas seperti : ada tidaknya ruang persiapan, ruang penyimpanan.
b.        Keadaan alat seperti : jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, termasuk alat mahal atau tidak.
c.         Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan (asam/basa) seberapa bahaya bahan tersebut dan seberapa sering digunakan.
2.     Kepentingan pemakai ditentukan oleh:
a.         Kemudahan di cari atau digapai.
Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci). Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.
b.    Keamanan dalam penyimpanan dan pengambilan.
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat:
1.       bahan dasar pembuat alat (kaca, logam atau kayu)
2.      bobot alat
3.      kepekaan alat terhadapa lingkungan
4.      pengaruh alat yang lain
5.      kelengkapan perangkat alat dalam suatu set.
Sedangkan untuk penyimpanan bahan, ada juga hal-hal yang harus diperhatikan seperti:
1.      Wujud zat : padat disimpan terpisah dari cair.
2.      Konsentrasi zat : konsentrasi yang pekat disimpan terpisah dan khusus.
3.      Bahaya dari zat : zat yang berbahaya tidak disimpan diatas.
4.      Label : semua wadah yang berisi bahan atau zat kimia harus diberi label.
5.      Kepekaan zat terhadap cahaya : zat yang peka terhadap cahaya disimpan dalam botol cokelat.
6.      Kemudahan menguap: zat yang mudah menguap disimpan ditempat dingin dan sejuk, serta hindarkan dari cahaya langsung.
7.      Larutan indikator disimpan dalam botol tetes (botol kecil yang dilengkapi dengan pipet tetes pada sumbatnya).
Pengadministrasian di laboratorium adalah proses mencatat atau menginventarisis fasilitas yang ada dan aktivitas yang berlangsung di laboratorium. Dengan adanya pengadministasian yang tepat, semua fasilitas dan activitas laboratoriun dapat terorganisir.
A.      Nilai postif yang dapat diperoleh jika ada inventarisasi laboratorium, antara lain :
1.      Memudahkan penggadaan dan pengecek bahan dan alat.
2.      Meefisiensikan pengguna budget.
3.      Memperlancar pelaksanaan praktikum.
4.      Memudahkan membuat laporan pertanggung-jawaban.
B.       Untuk mengetahui tentang keadaan dan keberadaan alat/bahan maka diperlukan perangkat seperti:
1.      Buku inventaris.
2.      Buku/kartu stock alat/bahan.
3.      Buku/kartu daftar alat rusak/bahan habis.
4.      Buku daftar usulan penggadaan alat/bahan (apakah dengan cara dibeli sendiri atau dropping dari pemerintah).
5.      Buku daftar peminjam alat.
C.       Demi untuk memperlancar proses aktivitas di laboratorium sangat diperlukan:
1.      Program kerja di laboratorium.
2.      Jadwal kegiatan laboratorium.
3.      Buku catatan harian kegiatan laboratorium.
4.      Daftar alat/bahan sesuai lembar kerja siswa.
Manajemen Laboratorium adalah usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Pengelolaan laboratorium yang baik tergantung beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa peralatan laboratorium yang canggih dengan staf yang professional dan terampil tidak serta merta dapat beroperasi dengan baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisa
1.7.  Organisasi Laboratorium
Organisasi Laboratorium adalah susunan personalia yang mengelola Laboratorium tersebut. Organisasi tersebut ditanggung jawabi sepenuhnya oleh Kepala Laboratorium. Kepala Laboratorium harus bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada. Para Asisten yang berada dibawah kepala Laboratorium juga harus sepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang dibebankan
padanya. Disamping asisten, juga harus ada tenaga teknisi tetap, yang bertugas di
Laboratorium untuk menanggulangi adanya kerusakan alat-alat Laboratorium.
Pengorganisasian atau pengelolaan laboratorium dapat diartikan sebagai pelaksanaan dalam pengadministrasian, perawatan, pengamanan, serta perencanaan untuk pengembangan secara efektif dan efisien. Sesuai dengan fungsi laboratorium sekolah, sebagai salah satu fasilitas penunjang proses pembelajaran, maka kedudukan laboratorium dalam organisasi sekolah berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Madrasah dengan penugasan dari Kepala Madrasah. Salah satu contoh struktur organisasi laboratorium disajikan pada gambar
Penanggungjawab laboratorium bertugas menyusun tata tertib laboratorium, program kerja laboratorium, dan jadwal pelaksanaan kegiatan praktikum; bersama-sama dengan laboran melakukan inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas; bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana; menyusun dan mengajukan kebutuhan alat dan bahan kepada Kepala Sekolah; serta menciptakan suasana akademik laboratorium yang nyaman dan kondusif sehingga menjamin keselamatan kerja di laboratorium. Laboran bertugas memfasilitasi setiap kegiatan laboratorium yang dilaksanakan sesuai dengan program dan tujuan penyelenggaraan laboratorium; menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan praktikum; memberikan pelayanan kepada guru dan praktikan selama kegiatan praktikum berlangsung; melakukan inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas; bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; serta bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana. Agar laboran dapat bekerja secara optimal, maka perlu menguasai dan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan ruang lingkup tugasnya di laboratorium seperti administrasi laboratorium, layanan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan bahan dan alat-alat laboratorium, serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh penanggung jawab laboratorium.
1.8         Tata Tertib
Tata Tertib Laboratorium secara umum yaitu:
1.    Menggunakan  baju khusus (jas laboratorium) apabila akan melaksanakan praktikum
2.        Siswa/mahasiswa wajib menempati tempat yang telah disediakan sesuai dengan kelompok kerjanya masing-masing
3.        Alat dan bahan yang digunakan harus sesuai dengan petunjuk praktikum
4.        Tertib dan hati-hati dalam mengambil, membawa, dan menggunakan alat dan bahan praktikum
5.        Jika terjadi kecelakaan, alat pecah atau rusak, agar segera melaporkan kepada guru pembimbing
6.        Jika ada alat yang rusak atau hilang akibat kelalaian siswa/mahasiswa, maka siswa atau kelompok kerjanya harus mengganti dengan alat yang sama
7.        Hanya zat yang berbentuk cairan yang boleh di buang pada bak cuci, sedangkan yang berwujud padat harus dibuang ke tempat khusus
8.        Setelah digunakan, khusus alat bedah harus dibersihkan kemudian dicuci dengan alkohol atau spirtus
9.        Setelah praktikum selesai, cuci tangan dengan sabun sampai bersih
10.    Setelah praktikum selesai, siswa harus membersihkan alat, meja, dan ruangan laboratorium sebelum meninggalkan laboratorium
11.    Setelah selesai menggunakan laboratorium, alat dan bahan serta kunci laboratorium harus diserahkan kepada petugas laboratorium untuk disimpan kembali pada tempatnya
2      Pelayanan Laboratorium
Manajemen Pelayanan Laboratorium adalah bagaimana suatu pelayanan melalui program, sarana-prasarana, laboran, karyawan, dan inti manajemennya mampu merencanakan, menciptakan, dan memberikan layanan terbaik bagi pembelajar. Setiap lini harus tidak lepas dari kontrol inti manajemen, dan dengan demikian diperlukan kepemimpinan yang berkualitas. Erry Ryana (2000) mengutip perkataan Jendral H.Norman Schwazlopf yang mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah gabungan antara strategi dan karakter. Tetapi kalau kita harus memilih salah satu, maka pilihlah yang kedua. Selanjutnya Erry mengidentifikasi 10 watak yang dikagumi dari seorang pemimpin, yaitu:
1.    Jujur (honest)
2.    Kompeten (competent)
3.    Melihat ke depan (forward-looking)
4.    Selalu memicu inspirasi (inspiring)
5.    Pandai, cerdas (intelligent)
6.    Obyektif, berlaku adil (fair minded)
7.    Berwawasan luas (broad minded)
8.    Berani mengambil resiko (courageous)
9.    Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (straight forward)
10.  Penuh imajinasi (imaginative)
Disamping kepemimpinan yang berkualitas, diperlukan pula usaha untuk melibatkan seluruh laboran maupun karyawan untuk menangkap kebutuhan pelanggan, memantau perubahannya, dan memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan bidang tugasnya. Karyawan harus dilatih untuk menggunakan bahasa layanan kualitas dan merasa memiliki Laboratorium tersebut. Inovasi, pelayanan unggul dan bekerja dengan kualitas tertinggi harus menjadi prinsip kerja dari seluruh sumber daya manusia yang terlibat di Laboratorium.
Keputusan manajemen kualitas berkaitan dengan pelayanan tujuh P, yaitu:
Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, Process Design, dan Participants.